Selasa, 27 Juli 2010

Sountrack ESQ - Untukmu Ibu

Inilah nada irama yang menghanyutkan jiwa, membawa jauh menerawang ke angkasa. Andai bisa diarahkan maka kau akan menangis.

Agar anda dapat merasakan apa yang saya maksud, maka silahkan ikuti instruksi dibawah ini:

  • Silahkan anda mainkan Irama KOI yang telah saya sediakan, bisa anda lihat dibawah. Jika kecepatan akses Internet komputer anda lamban sebaiknya download saja audionya pada link berikut: DOWNLOAD KOI
  • Kemudian dibawahnya lagi ada saya sertakan sajak bertema tentang Ibu. Semoga anda termasuk anak yang menyayangi ibumu sehingga anda dapat merasakan sesuatu saat anda membacanya.
  • Saat irama terdengar, bacalah sajak "Ibu" dengan pelan-pelan sejauh mana anda rasakan indah dan hayati.
  • Disarankan membaca bukan dalam hati, tetapi melalui lisan dengan nada pelan.
  • Disaat airmata anda keluar, maka kita telah mencapai satu perasaan: Cinta pada Ibu

Mainkan KOI




SAHABAT: PERSEMBAHAN UNTUK IBU

Sahabat,
Disaat engkau dikandung badan, ibumu selalu menjagamu
Dalam penderitaannya ibumu tetap bersenang hati
Tiada waktu yang terlewatkan selain tetap mengingatmu
Terkadang engkau menendang, menyakiti perut ibumu
Sakit, tapi ibumu menahannya sambil tersenyum
Dalam hati ibumu terbayang engkau adalah anak yang luarbiasa
Takkan risau, takkan sedih, ibumu menyayangimu
Sejak engkau belum hadir di dunia

Sahabat,
Saat engkau dilahirkan, tahukah betapa beratnya cobaan ibumu
Mempertaruhkan antara nyawa dan hidupmu
Dua pilihan yang kau sendiri sulit menentukan, bahkan memilihnya
Kesulitan dilalui demi rasa cintanya kepadamu
Ibumu tidak marah, karena kasih sayangnya terhadapmu

Sahabat,
Disaat engkau dalam buaian semasa kecilmu
Ibumu engkau kotori tangan dan tubuhnya
Tanpa rasa bersalah, engkau terlelap dan tidur
Lalu engkau menangis, merengek-rengek
Tapi tahukah kau, ibumu tidak marah
Beliau semakin mendekapmu dalam pelukannya
Menyayangimu, menciummu dengan kasih sayangnya

Sahabat,
Saat kau mulai mengenal dunia, kawan-kawan dan permainan
Ibumu selalu memberikan nasehat dan larangan kepadamu
Sering kau tak hirau ucapan ibumu
Lalu kau jatuh sakit, merintih-rintih mencari ibumu
Bukannya murka, ibumu kembali mengurusmu
Mengusap kepalamu dan memberimu makan
Mengawasimu hingga engkau kembali sehat

Lalu kini engkau telah dewasa
Sayangilah ibumu, belailah dalam dekapan cintamu
Jangan engkau buat hatinya resah karena ulahmu
Ta'atilah ibumu selamanya, karena kecintaanmu padanya
Jangan engkau menghardiknya saat kau kesal
Atau berkata kasar kepada Ibumu
Sebab engkau tiada pembela sedikitpun
Walau gunung engkau pindahkan dari tempatnya
Walau langit engkau lukis kembali
Takkan sanggup menggantikan jasa ibumu
Yang tak pernah meminta balas jasa kepadamu

Ta'at beribadahlah kau kepada Allah
Disela-sela shalatmu jangan pernah kau lupakan titipkan doa buatnya
"Ya Allah hamba mohon ampun kepadaMu
dan mohon ampun untuk bapak dan ibuku
Dan kasihilah mereka bapak dan ibuku
Sebagaimana mereka mengasihiku semasa kecil"

Apabila ibumu salah, ajaklah kepada jalan yang benar
Dengan kalimat-kalimat terbaik yang pernah kau ucap
Jangan biarkan goresan-goresan kata menyakiti hatinya
Katakan: Aku mencintaimu Ibu
Love you, miss you



untukmu Bunda tercinta, moga dirahmati Allah.
Maafkan atas kesalahanku selama ini... T.T

Minggu, 25 Juli 2010

Nonton TV Online Indonesia

Silahkan siapa saja yang mau nonton boleh pilih Channel.
Selamat Menikmati! ^^


Metro TV

tvOne

ANTV

RCTI

SCTV

Trans TV

Global TV

RCTI, Trans TV, SCTV, Global TV

Liputan 6

Bali TV

Tanggung Jawab Suami

Suami bertanggung jawab mencari nafkah untuk istri dan anak-anaknya sesuai dengan kebutuhan dan batas-batas kemampuannya.

Allah berfirman: “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekadar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. At-Thalaq [65]:7)

Rasulullah bersabda: “barang siapa yang menafkahkan hartanya untuk istri, anak dan penghuni rumah tangganya, maka ia telah bersedekah.” (HR. Thabrani).

Hadits ini mengisyaratkan bahwa pemenuhan kebutuhan dana atau pembelanjaan untuk anggota keluarga itu akan berubah dari bentuk pengeluaran yang bersifat material (nafkah) menjadi pengeluaran yang bersifat spiritual ibadah (infaq) yang membawa pahala dari Allah.

Rasul Saw. bersabda dalam Haji Wada’: “Ayomilah kaum wanita (para istri) karena Allah, sebab mereka adalah mitra penolong bagimu. Kamu telah memperistri mereka dengan amanah Allah dan kemaluan mereka menjadi halal bagimu dengan kalimat Allah. Kamu berhak melarang mereka untuk membiarkan orang yang engkau benci memasuki kediamanmu. Mereka berhak atasmu untuk dipenuhi kebutuhan nafkah dan pakaian secara lazim.”

Menjawab pertanyaan seorang sahabat tentang kewajiban suami terhadap istrinya, Rasulullah bersabda: “Dia memberinya makan ketika dia makan dan memberinya pakaian ketika ia berpakaian, serta janganlah dia meninggalkannya kecuali sekadar pisah ranjang dalam rumah. Ia tidak boleh memukul wajahnya dan menjelek-jelekkannya.”

Hindun binti Utbah, istri Abu Sufyan pernah mendatangi Rasulullah dan bercerita bahwa Abu Sufyan adalah seorang suami yang pelit, “ia tidak pernah memberiku dan anak-anakku nafkah secara cukup. Oleh karena itu aku pernah mencuri harta miliknya tanpa sepengetahuannya.” Lalu rasul bersabda: “Ambillah dari hartanya dengan ma’ruf (baik-baik) sebatas apa yang dapat mencukupimu dan anakmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Seorang sahabat bercerita kepada Rasulullah bahwa dia mempunyai uang satu dinar. Rasulullah bersabda: “Bersedekahlah dengannya untuk dirimu, kemudian sahabat itu bertanya, ‘bagaimana jika aku mempunyai sesuatu yang lain?’ rasul menjawab, ‘bersedekahlah dengannya untuk istrimu.’ Kemudian ia bertanya lagi, ‘dan bagaimana jika aku mempunyai sesuatu yang lain?’ Rasul menjawab, ‘bersedekahlah dengannya untuk pelayanmu.” (HR. Muttafaq ‘Alaih)