Sebenarnya Maha Kasih Sayang Allah itu sangat luas dan tak terbatas. Adapun manusia hanya setitik sifat pengasih yang mampu diwujudkan dalam kehidupan yang fana ini. Untuk memudahkan pemahaman, ibarat ada seorang yang kaya-raya sehingga dia sudah tidak ada masalah lagi dengan harta. Tetapi disamping itu dia juga seorang yang dermawan, jiwa suka memberinya tinggi sehingga suka membantu orang lain yang membutuhkan pertolongannya tanpa pamrih.
Suatu ketika datanglah seorang miskin yang tiada punya apapun meminta uang Rp. 5.000,- sekedar beli nasi untuk sarapan pagi. Dia memberinya sejumlah yang diminta seorang miskin tersebut. Begitulah yang terjadi hampir setiap hari seorang miskin ini selalu datang meminta uang kepada orang kaya ini dan setiap kali datang selalu diberinya uang tanpa pamrih. Hari-hari pun terus berlalu...
sampai kepada suatu pagi yang cerah, pergilah orang kaya ini berjalan-jalan ke pasar sekedar ingin melihat-lihat keadaan dan mengenal kondisi pasar di kotanya sendiri. Disaat sedang berkeliling tiba-tiba pandangannya dikejutkan oleh sesuatu. Di sudut pasar tidak jauh dari tempat orang kaya itu berpijak ada sekumpulan orang yang sedang adu taruhan di meja perjudian. Dia kaget karena diantara orang-orang yang ada disana salah satunya adalah orang miskin yang hampir tiap harinya diberi uang sekedar untuk sarapan paginya. Betapa kecewa hatinya, ingin ditegurnya tetapi berat hati pula. Apalagi begitu dia sengaja dekat kesana dan orang miskin itu secara tidak sengaja tahu kedatangannya pura-pura tidak mengenalnya sampil melanjutkan urusan dia di meja perjudian.
Keesokan harinya, sebagaimana biasa orang kaya ini didatangi kembali orang miskin itu meminta uang untuk sarapan pagi. Tahukah apa yang terjadi? Apakah orang kaya ini rela memberikan uangnya kepada orang miskin itu sebagaimana hari-hari sebelumnya? Apa yang menyebabkan dia bersikap demikian? Subhanallah, itulah manusia dengan segala keterbatasannya.
Berbeda dengan Allah, disaat hambaNya datang kepadaNya memohon diberikan harta,- maka Allah berikan. Ketika hambaNya menggunakan untuk hal-hal terlarang lalu kemudian meminta kembali kepada Allah, Dia kabulkan dengan menambah jumlah harta tersebut agar hambaNya cukup kebutuhannya dan tidak bermaksiat lagi. Hamba tersebut bermaksiat lagi dengan uang yang diberikan, kemudian suatu hari datang kembali kehadapan Allah meminta harta. Allah berikan kembali dengan jumlah yang bertambah dari sebelumnya agar hambaNya merasa cukup dan tidak berlaku dzalim lagi dengan kekurangan sebelumnya. Lagi-lagi bermaksiat kembali dengan harta yg Allah berikan. Tak lama dia datang kepada Allah memohon diberikan kembali atas karuniaNya harta sebagaimana sebelumnya, kali ini Allah tambahkan lagi dari sebelumnya sehingga dimata orang lain apa yang diberikan Allah telah jauh lebih dari cukup. Kali ini dia merasa mampu melampiaskan maksiatnya jauh lebih baik dari sebelumnya. Dia manfaatkan harta yang Allah berikan itu untuk mendirikan pusat kemaksiatan agar hamba tersebut lebih mudah melaksanakan urusannya jauh lebih baik dari sebelumnya.
Kini terlenalah hamba yang dzalim itu hingga ajal datang menjemput. Disanalah baru dia sadar bahwa apa yang diberikan Allah itu adalah wujud Maha Pengasih dan Maha Penyayang terhadap hamba seperti dirinya. Jika apa yang Allah berikan itu dimanfaatkan maka bermanfaatlah bagi dirinya untuk hari ini. Tetapi jika yang Allah berikan itu diselewengkan kepada yang dimurkai Allah maka hari ini adalah hari yang sangat mencelakakan.
Harta adalah bagian daripada ujian. Boleh jadi dia akan membawa kebaikan kepada kita dan boleh jadi dia akan membawa keburukan bagi kita. Sehingga janganlah kita memohon kepada Allah agar diberikan kepada kita kekayaan di dunia karena Allah Maha Penyayang jika telah mengabulkan doa tersebut sama artinya memberikan ujian lebih kepada kita. Kalau lulus maka selamatlah kita, tetapi kebanyakan manusia tidak lulus dalam urusan ini. Sehingga patutlah kita berdoa semoga Allah memberikan kebaikan kepada kita di dunia dan memberikan kita kebaikan di akhirat dan menjauhi kita dari adzab neraka kelak. Mudah-mudahan dengan doa ini Allah selalu memberikan kepada kita apa yang kita butuhkan dan baik disisi Allah, bukan apa yang kita inginkan yang belum tentu diridhoi oleh Allah..., Wallahu A'lam.
Senin, 15 November 2010
Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Minggu, 03 Oktober 2010
Membangun RESCUE CENTER
Apa yang mau kuucapkan disini? Aku sendiri tak tahu. Hanya ingin melampiaskan sedikit kesenangan tanpa melupakan rasa syukur yang tak terhingga kepada Allah Yang Maha Berkehendak. Kami telah membentuk sebuah team RESCUE CENTER yang bergerak dalam pelayanan Jasa PC bagi masyarakat kota yang masih Newbie. Insya Allah semoga apa yang kami cita-citakan untuk membantu sesama di tanah Kab. Sumbawa Barat ini dapat terealisasikan dan mendapat ridho Allah merupakan harapan utama kami semua sebagai kru dan team yang akan terlibat didalamnya.
Insya Allah....

Gambar 1: Loggo RESCUE CENTER
Gambar 2: image stempel RESCUE CENTERKamis, 16 September 2010
TARBIYAH: UNTUK ADIKKU YANG PENAKUT
Assalamu’alaikum warahmatullah,
Sekedar berbagi cerita dan akan kumulai dengan sifat adikku yang penakut. Alhamdulillah jiwa penakutnya tidak separah dahulu hingga tidak berani masuk kamar mandi pun kecuali jika ditemani. Kalau tidak demikian maka akan muncul masalah yang lain; tidak pipis (buang air kecil) sebelum tidur akan ada banjir lokal di kasur setelah bangun. Huuft…
Walau hari ini dia tidak penakut separah dahulu namun jiwa tak
utnya tetap ada. Maka seringkali aku mencari akal bagaimana agar sifat tak baik ini bisa dihilangkan, minimal bisa ditekan hingga adikku bisa menjadi rada-rada berani.
Sekarang kalau adikku ke kamar mandi tak sering-sering minta diantar dan ditemani. Kecuali kalau sedang kumat takutnya maka dia pasti memelas cari sukarelawan menemani ke kamar mandi. Aha, disana kesempatanku, kadang aku usil juga kepada adikku (niatnya baik; agar terbiasa dan tidak takut). Kalau dia sudah berada didalam kamar mandi aku suka mematikan lampu lalu berdiri tepat jarak selangkah dihadapan pintu kamar mandi. Jadi ketika dia buka langsung bertatapan denganku. “wahh!!” itu kata-kata yang dulu sering diucapkan tanda kagetnya. Alhamdulillah sekian lama kucoba akhirnya ada sedikit perubahan yakni kebiasaan kagetnya sudah jauh lebih baik daripada dahulu, kebetulan adikku belum jera atau trauma juga minta kakaknya yg sulung ini menemaninya. Hehehehe
Terkadang kalau dia sudah masuk kamar mandi dan kupaksa menutup pintu. Nah, ketika dia masih didalam segera kutinggalkan dia sendirian menuju ruang utama. Sekali sadar dia setelah keluar dari kamar mandi ternyata dia hanya sendirian serta-merta lari keluar dan mencariku lalu memukul-mukul badanku karena kesal (mungkin dia berfikir dasar kakak yang tidak bisa diharapkan, kalau nggak sanggup ngomong). Tapi setelah sering-sering aku perlakukan demikian sekarang sudah terbiasa dan kalau memang dia takut lalu minta tolong ditemani, lalu kuperlakukan demikian maka dia bersikap biasa-biasa saja (biasanya hanya keluar kamar mandi lalu berlari kecil, heheheh).
Kadang juga sebelum tidur dia tidak suka tidur di atas ranjang, suka tidurnya di atas lantai dengan beralaskan tikar seperti para pengungsi (memang cocok menjadi santri di Pesantren). Dia tidak suka kalau lampu dimatikan sama denganku. Sekali-kali dia timbul rasa takutnya sebelum tidur. Maka kukatakan kepada adikku: “Ingat Allah, ada Dia yang menjaga Udin (Udin itu panggilan dari namanya Zainuddin). Tapi sayang dia anak kecil yang belum baligh, belum bisa membedakan baik dan buruk dan lebih merasa terlindungi jika melihat ada wujud real didepannya yang siap melindunginya seperti aku yang kadang harus menjadi bodyguard nya. Jadi dengan mengingatkan Allah adalah alternatif untuk membiasakan otaknya berfikir bahwa Allah sesuatu yang penting dan harus diketahui. Sehingga dewasa dia ada pikiran berfikir kesana.
Karena itu tidak berhasil maka kukatakan kepada adikku dengan tegas namun tetap menjaga cara penyampaian kepada anak kecil: “Kalau kamu memang melihat wujud syetan yang kamu takutkan itu maka kakak pesan, Dekati dia, coba gigit telinganya, hancurkan hidungnya, kau sobek-sobek mulut dan alis matanya, supaya syetan yang takut-takutkan Udin tahu kalau Zainuddin itu jauh lebih menakutkan melebihi syetan itu sendiri!” hehehehe